Selasa , 25 Juni 2019
Beranda » Ragam » Command Center Hingga Wadul Bae Wujud Cirebon Smart City

Command Center Hingga Wadul Bae Wujud Cirebon Smart City

Harianjawabarat – Smart City Kota Cirebon terus mengalami kemajuan dalam penerapannya. beberapa program terobosan telah dibuat untuk melayani masyarakat.

Diantaranya, program Warga Peduli Bocah Lan Emboke (Wadul Bae) yang artinya Warga Perduli Anak dan Ibunya. Lalu Cirebon Command Center.

“Cirebon Smart City merupakan upaya perubahan pengelolaan Kota Cirebon menjadi lebih baik. Namun tanpa meninggalkan kearifan lokal dalam implementasinya,” ungkap Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP, Sabtu (15/12).

Salah satu kearifan lokal yang tidak ditinggalkan yaitu dengan penggunaan bahasa daerah. “Salah satunya program Wadul Bae,” ujarnya.

Wadul bae merupakan kepanjangan dari Warga Peduli Bocah Lan Emboke (Warga Perduli Anak dan Ibunya). Melalui program ini, warga diajak bersama-sama untuk peduli jika ada anak maupun ibu di sekitar mereka.

Selain tetap mempertahankan kearifan lokal, Cirebon Smart City memiliki terobosan lainnya yang juga telah dilakukan. Diantaranya dengan membuat Cirebon Command Center pada 29 Oktober 2018.

“Cirebon Command Center merupakan pusat monitoring dan kendali dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” jelas Ma’ruf.

Adapun konten yang Cirebon Command Center diantaranya, info pajak, BPHTB, sebaran reklame, ketersediaan kamar di RSUD Gunung Jati, antrian unit rawat jalan RSUD Gunung Jati, rekapitulasi proses perizinan, Linmas Kota Cirebon, dashboard Cirebon Satu Data, dashboard E Puskesmas, dashboard jaringan perangkat online, CCTV di beberapa titik area publik, CCTV di layanan publik (Kecamatan Harjamukti), area traffic control system (ATCS) Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

“Saat ini kami juga telah memiliki layanan kedaruratan Cirebon Siaga 112,” sebut Ma’ruf.

Sebelum dilaunching, DKIS Kota Cirebon juga telah mengumpulkan stakeholders terkait. Mulai dari kepolisian, PLN, pemadam kebakaran dan lainnya untuk menyosialisasikan satu nomor kedaruratan ini.

Sejak dilaunching Oktober hingga 11 Desember 2018, telah masuk laporan kedaruratan sebanyak 111 kejadian. Kebakaran (14 aduan), kekerasan PA (2 aduan), trantibum (9 aduan), ambulan (9 aduan), kecelakaan (6 aduan), kamtibmas (19 aduan), BPBD (2 aduan) serta informasi mulai dari traffic light, PJU, PDAM, PLN dan infrastruktur sebanyak 50 aduan.

Sedangkan kegiatan teranyar yang baru saja dilakukan, yaitu Festival TIK mulai 1 hingga 2 Desember 2018 serta pameran IT dan UMKM. Diharapkan ada peningkatan kompetensi Relawan TIK dan komunitas penggerak TIK melalui literasi digital untuk mendukung program Smart City dan Smart Society.

“Dengan semua inovasi dan terobasan yang kami lakukan, sejumlah penghargaan berhasil diraih Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” katanya.

Diantaranya penghargaan TOP IT On Collaboration And Innovation Development 2018 (TOP IT 2018) serta masuk dalam 10 besar penghargaan SP4N-Lapor se Indonesia 2018.[feb] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *