Selasa , 18 Desember 2018
Beranda » Hukum/Kriminal » Difitnah Gagal Berangkatkan Jemaah, Bos Safar Arroyan : Agar Jera, Penyebar Hoax Itu Dilaporkan ke Polisi

Difitnah Gagal Berangkatkan Jemaah, Bos Safar Arroyan : Agar Jera, Penyebar Hoax Itu Dilaporkan ke Polisi

Difitnah Gagal Berangkatkan Jemaah, Bos Safar Arroyan : Agar Jera, Penyebar Hoax Itu Dilaporkan ke Polisi
Listifa, Direktur Safar Arroyan Travelindo

Tangsel, Bisnis Syariah – Tudingan bahwa terjadinya penelantaran terhadap ratusan jemaah Safar Arroyan Travelindo pada 24 Oktober lalu di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta yang langsung menjadi viral di berbagai group-group media sosial, sungguh sangat menyakitkan. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Safar Arroyyan Travelindo, Listifa kepada wartawan yang menemuinya di kantor Ruko CBD Bidex, Serpong, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jum’at siang, (09/11/2018).

“Rasanya sakit banget mas difitnah seperti itu. Saya tidak kenal dengan dia. Tidak pernah ganggu dia, kok tega-teganya nyebarin berita bohong seperti itu. Padahal 143 jemaah yang berangkat pada 24 Oktober yang lalu tidak ada yang gagal berangkat. Semuanya sudah berada di Tanah Suci,” timpal Listifa sembari terbata-bata penuh kekesalan. Oleh sebab itu, agar tidak ada lagi, pihak-pihak yang tak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong tentang kegagalan jemaah berangkat ke Tanah Suci, pihaknya sudah melaporkan dugaan penyebaraan hoaks yang dilakukan pihak tertentu itu ke polisi.

Menurut Listifa, pelaporan itu dilakukan sebagai bagian pendidikan dan pemberian efek jera kepada yang bersangkutan, sehingga tidak mudah menyebarkan berita hoax lagi ke media elektronik.

“Kami merasa keberatan atas penyebaran berita bohong (hoax) ke media elektronik yang terkesan Safar Arrayan gagal memberangkatkan jemaahnya ke Tanah Suci karena belum memiliki tiket. Terus terang kami keberatan dengan penyebaran berita bohong itu yang dilakukan pada 24 Oktober di terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta. Karena jemaah kami berangkat semua kok. Tak ada yang gagal berangkat. Dan di sini jelas, kami dirugikan atas tindakan tak bertanggungjawab dan keji tersebut,” pungkas Listifa lagi.

Dalam kesempatan itu, ia kembali menjelaskan, sebagai pihak terlapor baru satu orang. “Sementara ini yang dilaporkan ke piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya dengan surat lapor nomor : TBL/6069/XI/2018/PMJ/Ditreskrimsus baru satu nama berinisial (EdHa), dengan saksi dua orang berikut alat bukti lainnya. Biarkan nanti polisi yang melakukan pengembangan penyelidikan, apakah ada nama-nama lainnya lagi atau tidak, kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum saja. Kita laporkan Selasa kemarin, 6 November, sekitar pukul tiga sore. Dengan pelaporan ini kami juga menghimbau dan meminta pihak-pihak lain untuk tidak menyebarkan berita bohong lagi tersebut,” tandas Listifa kembali.

Perlu diketahui, calon jemaah Safar Arroyyan Travellindo tersebar di seluruh Indonesia. Termasuk juga di wilayah Jawa Barat. “Untuk itu, dihimbau kepada calon jemaah yang berasal dari Jawa Barat, agar tidak mudah terprovokasi oleh penyebaran berita bohong (hoaks) tersebut,” pesan Listifa kembali. (rahmat/bs1)