Selasa , 18 Desember 2018
Beranda » Ragam » Curah Hujan Mulai Tinggi, Waspadai Wabah DBD

Curah Hujan Mulai Tinggi, Waspadai Wabah DBD

Harianjawabarat – Dari Januari hingga Oktober 2018, tercatat jumlah penderita DBD sudah mencapai 216 kasus, dua di antaranya meninggal dunia. Nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dangue (DBD), Aedes aegypti sangat menyukai curah hujan seperti yang terjadi di Kota Cimahi belakangan ini.

Pasalnya, nyamuk itu akan berkembang biak pada genangan air. Jika masyarakat tidak menjaga menjaga lingkungan, maka potensi berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD akan semakin banyak.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menghimbau masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mengunakan metode 3M plus.

Yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan Memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Adapun plusnya adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air,” terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abudrakhman saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (8/11).

Diakui Romi, musim hujan seperti ini peningkatan populasi nyamuk demam berdarah akan semakin meningkat. Sebab, genangan air sisa hujan akan semakin banyak dimana-mana. Jika tak segera dibersihkan, maka akan jadi lokasi favorit jentik nyamuk untuk berkembang biak.

“Genangan air di ketiak daun aja, nyamuk bisa berkembang biak, apalagi di genangan air yang banyak sampahnya,” jelasnya.

Selain prilaku PSN dengan metode 3M plus, upaya lain dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi adalah dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk rutin. Pemeriksaan dilakukan oleh kader pemeriksa jentik dan petugas kesehatan.

“Terus sekarang lagi melakukan kerja sama dengan Litbangkes, terus tahun depan kita ada lomba RW bebas jentik,” pungkas Romi.[son]