Senin , 19 November 2018
Beranda » Ragam » Penyediaan Air Bersih Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Penyediaan Air Bersih Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Harianjawabarat – Penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, Djoko Saputro, disela-sela penandatanganan nota kesepahaman dan heads of agreement penyediaan air bersih untuk Refinery Unit VI Balongan dengan PT. Pertamina, di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Menurutnya, ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan ketersediaan air minum yang mencukupi baik secara kuantitas maupun kualitas dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendorong peningkatan produktivitas masyarakat.

“Dengan demikian, ketersediaan air bersih dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Djoko.

Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kondisi geografis, topografis, geologis dan aspek sumber daya manusia yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia, menyebabkan ketersediaan air baku dan kondisi pelayanan air minum yang berbeda di masing masing wilayah tersebut.

“Perum Jasa Tirta II (PJT II) adalah BUMN yang ditugasi untuk menyelenggarakan pemanfaatan umum atas air dan sumber-sumber air yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak, serta melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengelolaan Wilayah Sungai (WS),” katanya.

Kini, PJT II berencana untuk mengembangkan usahanya di sektor penyediaan air minum melalui beberapa skema kerjasama. PJT II bertindak sebagai PJPK dalam menyelenggarakan SPAM Regional Jatiluhur I yang dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan  Badan Usaha (KPBU), dan bertindak sebagai Pemrakarsa dalam pengembangan SPAM Non Regional dalam rangka membantu PDAM meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanannya.

“Untuk mendorong pengembangan usaha tersebut di atas, Perum Jasa Tirta II akan menyiapkan Studi Kelayakan dan Basic Design yang akan membantu PDAM yang berada di Wilayah Kerja Perum Jasa Tirta II dalam penyediaan air curah melalui pola kerjasama business to business (B to B) atau KPBU Unsolicited,” tuturnya.

Djoko katakan berikutnya, dibutuhkan suatu konsep perencanaan dasar yang kuat guna menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sesuai dengan tipologi dan kondisi di daerah tersebut. Studi Kelayakan dan Basic Design Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Non Regional merupakan dasar pengembangan air minum suatu wilayah.

Diharapkan, adanya suatu studi yang dapat mengkonfirmasikan kelayakan pengembangan SPAM di suatu wilayah pelayanan dapat menjadi dasar dan/atau acuan bagi PDAM dalam melakukan pengembangan dan peningkatan pelayanan SPAM di wilayahnya masing masing.

Dalam kegiatan ini, Studi Kelayakan dan Basic Design akan dilaksanakan di beberapa PDAM yang berada di wilayah kerja PJT II yaitu: SPAM Bekasi Kota dan Mustika Jaya-Pengembangan Jaringan Distribusi dan Retikulasi (PDAM Tirta Patriot), Cikarang Timur (PDAM Tirta Bhagasasi), Balongan (Pertamina), Cikampek dan Curug (PDAM Tirta Tarum) dan Pamanukan (PDAM Tirta Rangga).

“Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka pada Tahun Anggaran 2018 ini Perum Jasa Tirta II akan melaksanakan Pekerjaan Penyusunan Studi Kelayakan dan Basic Design SPAM Non Regional di wilayah proyek tersebut,” demikian Djoko.(feb)