Kamis , 13 Desember 2018
Beranda » Ragam » DLH Kota Cirebon Ditargetkan Sumbang PAD Rp2,5 Milyar Per Tahun

DLH Kota Cirebon Ditargetkan Sumbang PAD Rp2,5 Milyar Per Tahun

Harianjawabarat – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, ditetapkan sebagai Perangkat Daerah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD dari sektor ini, ditargetkan Rp2,5 Milyar per tahun.

Hal itu dikemukakan Kepala DLH Kota Cirebon Abdullah Syukur, saat ditemui sejumlah wartawan di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (9/10).

“Sebetulnya MOU itu menjadi sumber PAD juga. Karena kita ditarget tiap tahun sebesar 2,5 M,” ungkap Abdullah Syukur.

Ia menyebutkan, selama ini langkah yang dilakukan DLH untuk dapat menyerap anggaran tersebut salah satunya dengan melakukan MOU kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Cirebon.

DLH Kota Cirebon, kata Ia, menawarkan solusi kepada perusahaan-perusahaan terkait limbah atau sampah dari perusahaan. Di samping ketentuan adanya larangan perusahaan untuk membuang sampah sembarangan, di saat yang sama DLH menawarkan kerjasama untuk pembuangan sampah itu.

“Kita, Alhamdulillah sudah ada sekitar 30 perusahaan yang MOU. Jadi kita berharap kepada perusahaan-perusahaan yang lainnya untuk melaksanakan MoU dengan kita,” katanya

Selanjutnya, ia pun mengimbau kepada masyarakat tentang langkah pencegahan di musim hujan yang dalam jangka waktu dekat akan tiba.

Pertama kata dia, masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Kedua, kepada seluruh perusahaan yang ada di Kota Cirebon, diharapkan mengantisipasi agar sampah dari perusahaan tidak terlalu lama menumpuk dan memenuhi lokasi TPSS sehingga volume sampah menjadi overload.

“Karena kita ketahui, bahwa Cirebon itu sudah menggeliat ekonominya sehingga dampaknya sampah mengalami kenaikan signifikan,” kata Ia

“Kalau kita ketahui dari TPS-TPS yang kita pantau memang masih sering kita lihat banyak terjadi penumpukan-penumpukan,” lanjutnya.

Penumpukan sampah di sejumlah TPSS, masih dianggap wajar dan sebagai indikator bahwa kegiatan di Kota Cirebon memang makin menggeliat.

Untuk itu, khusus bagi perusahaan, pihaknya menekankan, agar segera membuat MOU bersama DLH Kota Cirebon sehingga memudahkan pengangkutan sampah.

Terakhir, Ia mengimbau kepada masyarakat dan seluruh pihak agar tidak membuang sampah di dalam sungai. Pembiaran sampah di sepanjang DAS dapat menyumbat aliran sungai yang pada akhirnya manakala musim hujan tiba mengakibatkan banjir.

“Karena apa? Kita punya pengalaman tahun kemarin, ketika sungai tersumbat lalu mengalami banjir, berarti kita mendapatkan 2 kali bencana. Bencana sampah dan bencana banjir,” paparnya.

Lebih jauh, Ia menyebutkan, aturan tentang pembuangan sampah di Kota Cirebon ini sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 4 tahun 2018. Di dalam Perda itu, juga diatur tentang pemberian sanksi bagi siapa saja yang melanggar.

Disinggung soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kota Cirebon, menurutnya selama ini sampah disentralkan di wilayah Argasunya tepatnya di TPA Kopiluhur. Kapasitas dan daya tampung di TPA itu masih bisa bertahan hingga beberapa tahun ke depan.

“Selama ini sampah masih ditampung di Argasunya. Masih mampu nampung 2-3 tahun lagi,” tandasnya. [yud]