Senin , 17 Desember 2018
Beranda » Ragam » Banyaknya Kabel Listrik, Pengerjaan Proyek Infrastruktur Lima Jalan Di Cirebon Tersendat

Banyaknya Kabel Listrik, Pengerjaan Proyek Infrastruktur Lima Jalan Di Cirebon Tersendat

Harianjawabarat – Realisasi pekerjaan peningkatan lima ruas jalan di Kota Cirebon alami banyak kendala. Realisasi program infrastruktur itu bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp39 Milyar.

Salah satu ruas jalan yang terkendala berada di kawasan Evakuasi. Pengaspalan dan trotoarisasi alami kesulitan, lantaran banyaknya ducting dan juga kabel listrik di bawah tanah dengan voltase tinggi.

Atas kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kota Cirebon mengundang beberapa instansi terkait. Mereka terdiri dari DPUPR, BP4D, DPKUKM, DLH, Satpol PP, DKOKP, Dishub, Bagian Adm Pembangunan, Pengawas Pekerjaan, Polres Ciko, Kejaksaan Negeri, PLN, Telkom, PN. Gas dan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Cirebon.

Dalam Rapat Hearing (RDP), Komisi II DPRD Kota Cirebon, menyampaikan hasil tinjauan lapangan DAK 39 Milyar. Komisi II DPRD Kota Cirebon menyayangkan jika realisasi DAK 39 M sampai terkendala. Sementara, target yang dicanangkan hingga Desember 2018 ini.

“Bisa diambil hikmah, kita tahu kendala, target dan progres serta kesepakatan rapat dari semua pihak. Intinya, trotoar tidak boleh ada tiang, baik tiang listrik reklame ataupun telkom, dan mereka menyanggupi untuk melakukan perbaikan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon saat memimpin RDP di Griya Sawala Cirebon, Selasa (9/10).

Komisi II, lanjut Agung, menilai realisasi DAK terkendala pula oleh lemahnya koordinasi beberapa instansi. Tak hanya persoalan tiang listrik milik PLN, kendala yang sama juga datang karena keberadaan PKL.

“Perencanaan awal maksimal. Cuma lemah koordinasi di awal, seperti dengan Satpol PP dan DPKUKM, tidak ada koordinasi, padahal PKL bisa menjadi hambatan dalam pekerjaan,” ucapnya.

Agung menyarankan, agar komunikasi dan koordinasi dalam pengerjaan DAK terus ditingkatkan. Sebab, kata Ia, DAK harus segera selesai pada Desember 2018.

“Kedepan, SKPD manapun yang akan melakukan pekerjaan harus ada koordinasi,” pungkasnya.

Sementara, Supervisor Pemeliharaan PLN Cabang Cirebon Slamet Widodo menjelaskan, pihaknya berjanji akan memindahkan tiang-tiang listrik yang selama ini menjadi kendala bagi pembangunan trotoar atau saluran air di lima ruas jalan.

“Kalau kasus ini kan kabelnya kan banyak, jadi ya memang harus digeser. Seperti di Evakuasi,” kata Slamet Widodo.

Sepanjang diketahui, kata Ia, yang dipersoalkan baru dua, di jalan Evakuasi dan Jalan Drajat. Di jalan Evakuasi karena adanya kabel di bawah tanah, sementara di jalan Drajat karena keberadaan tiang listrik. [yud]