Jumat , 19 Oktober 2018
Beranda » Hukum/Kriminal » 14 Pengeroyok Suporter Persija Terancam 14 Tahun Bui

14 Pengeroyok Suporter Persija Terancam 14 Tahun Bui

Harianjawabarat – Sebanyak 14 pelaku pengeroyokan terhadap suporter Persija Haringga Sirla terancam hukuman 14 tahun penjara.

Sebelumnya Polrestabes Bandung menangkap lagi enam orang yang diduga mengeroyok Haringga Sirla, suporter Persija. Haringga tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sesaat sebelum laga antara Persib melawan Persija.

Dengan ditangkapnya enam terduga ini, jumlah terduga pelaku menjadi 14 orang.

Irman mengatakan keenam pelaku yang baru ditangkap yaitu, Aldiansyah, 21, Syahfrudin, 17, Tegar Dermawan, 17, Ade Firda, 16, Kaka, 16, dan Arjun Adi Permadi, 15.

Menurut Irman mereka ditangkap di Indramayu, Sumedang, dan Rancaekek. Sekarang dibawa Polrestabes Bandung untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Mengenai peran, kata Irman, para pelaku diduga telah melakukan pemukulan terhadap korban. “Dari enam orang ini rata-rata melakukan pemukulan dan penendangan terhadap korban, juga ada yang menginjak ada juga yang menyeret korban. Nah, ini akan kita kembangkan proses penyidikannya lebih lanjut, “kata Irman.

Irman mengatakan lima dari enam terduga pelaku masih di bawah umur. Terkait hal tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk penanganan para pelaku yang masih di bawah umur.

“Tersangka di bawah umur nanti kita titipkan ke bapas (balai pemasyarakatan), proses pemeriksaan di bawah umur tentu lebih cepat dibanding dewasa, 15 hari percepat sesuai waktu ditentukan. Yang pelajar SMA ada empat orang,” kata Irman.

Menurut Irman, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun hukuman penjara. Sementara itu Irman tidak membantah kemungkinan adanya penambahan jumlah pelaku.

“Dikenakan Pasal 170 ayat 1, 2 , dan, 3e KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Kami masih melakukan pemeriksaan intensif. Tidak menutup kemungkinan dari hasil pemeriksaan ini akan ditemukan pentunjuk baru terkait siapa para pelaku,” kata Irman. (Medcom/ant)