Minggu , 18 November 2018
Beranda » Ragam » Sambangi Bandung, President Bukalapak Bicara Soal Startup

Sambangi Bandung, President Bukalapak Bicara Soal Startup

Harianjawabarat – Bukalapak sebagai startup unicorn ke-4 di Indonesia tak ingin sukses sendirian. Kesuksesan yang dicapai Achmad Zaky cs, ingin juga ditularkan kepada pelaku startup di Indonesia.

Kali ini, pelaku startup di Bandung berkesampatan menarik ilmu dari e-commerce yang memiliki 30 juta pengguna itu. Event itu berhasil diselenggarakan berkat Startup Grind dengan menggandeng Indigo.

Co-Founder sekaligus President Bukalapak Fajrin Rasyid mengaku, event kali ini tujuannya ingin lebih mensosialisasikan apa sebenarnya itu startup. Maka dari itu, yang hadir dalam event kali ini tidak hanya diisi pelaku startup Bandung, tetapi masyarakat umum juga turut diundang.

Menurutnya, selain berbagi ilmu yang jadi tujuan utama tadi, ada kesan tersendiri setiap kali ia bertemu dengan orang dalam sebuah acara. Pasalnya, banyak ide atau konsep menarik justeru hadir melalui diskusi tersebut.

“Startup yang sukses itu harus dekat dengan ekosistem. Jangan sampai bikin startup terkait petani misalnya, tapi enggak dekat dengan petani,” ungkap Fajrin di Bandung, Jum’at (20/7).

Menurutnya, Bukalapak hari ini memiliki 4 juta pelapak (pedagang di Bukalapak) yang tergabung. Jumlah yang tak sedikit itu, kata Fajrin, sekarang tidak hanya berasal dari Jakarta kebanyakan, tetapi sudah menyeluruh ke seluruh Indonesia.

Prosentase pelapak dari Jakarta kini hanya 20 persen. Angka itu sebetulnya bukan suatu penurunan, lebih kepada meningkatnya jumlah pelapak di daerah lain. Sehingga pelapak dari berbagai daerah jumlahnya kini merata.

“Setelah Jakarta, kedua ada Jawa Barat dengan pelapak terbanyak. Makanya kita menargetkan pertumbuhan 3 digit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya,” jelas mantan Chief Financial Office Bukalapak itu.

Dari sisi produk, hampir 50 persen masih dikuasi oleh fesyen. Namun, kata Fajrin, produk lain di Bukalapak kini mulai tumbuh dan semakin beragam seperti makanan, mainan dan olahraga.

“Bersyukur, sekarang perbulan bisa sampai puluhan juta transaksi. Trennya akan sama lagi dengan sebelum puasa,” tutup pria kelahiran Jakarta 32 tahun lalu.¬†[yud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *