Rabu , 26 September 2018
Beranda » Ragam » Hari Perempuan Internasioal di Mata Istri Gubernur Jabar

Hari Perempuan Internasioal di Mata Istri Gubernur Jabar

Harian Jawa Barat – Pendidikan di era sekarang dirasa masih menjadi kebutuhan yang paling dasar untuk dimiliki perempuan. Bukan saja untuk memberdayakan dirinya, tetapi pada gilirannya bisa menjadi perempuan yang berdaya di institusi terkecil yakni keluarga.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan menilai, hal tersebut masih menjadi prioritas saat memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret.

Perempuan, kata Netty, jika terus mengasah dirinya dengan pendidikan, maka ia akan menjadi istri yang baik untuk mendampingi suaminya, serta ibu yang tangguh bagi anak-anaknya.

“Jadi kalau keluarga ini dipastikan baik, Insya Allah ini akan bisa mempengaruhi ruang-ruang yang lainnya. Ruang masyarakat, ruang birokrasi dan ruang negara secara keseluruhan,” kata Netty kepada Harian Jawa Barat, Minggu (11/3).

Netty menjelaskan, pendidikan yang dimaksud bisa diperoleh perempuan melalui dua pendekatan, yakni struktural dan kultural. Struktural dalam arti melalui kebijakan pemerintah, perempuan bisa terus didorong untuk mendapatkan pendidikan sampai kepada tingkatan tertinggi.

Sementara dengan kultural, lanjut Netty, perempuan diberikan ruang atau kesempatan untuk terus memperbaiki perannya, baik sebagai istri, ibu maupun anggota di masyarakat.

“Ini sebetulnya sebuah kegiatan yang tidak perlu membentuk kelompok-kelompak atau unit baru, karena kita punya majelis taklim, posyandu, punya PAUD, punya BKB. Itu tinggal di tambah dengan substansi atau konten yang dibutuhkan oleh perempuan,” pungkas Netty. [nif]