Senin , 17 Desember 2018
Beranda » Ekonomi » Gabah Diserap Agar Petani Tidak Sengsara

Gabah Diserap Agar Petani Tidak Sengsara

Harian Jawa Barat – Untuk mengisi cadangan beras sekaligus menjaga harga gabah agar tidak jatuh saat panen raya, Pemerintah melalui Tim Sergab melakukan pembelian langsung gabah petani di lapangan.

“Serab gabah yang kami lakukan ini agar petani tidak sengsara. Kalau petani sengsara dan tidak mau menanam karena rugi, bangsa ini mau makan apa!” kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian usai menginisiasi transaksi pembelian gabah di tiga lokasi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/3).

Ketiga lokasi sergab yang dikunjungi adalah dua desa di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Darmasari, Kecamatan Sikur dan Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, dan satu desa di Lombok Barat, yakni Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar. Pembelian gabah kering dilakukan dengan harga Rp 4.300,-/kg/gkp.

Agung juga mengingatkan kepada para petani, Penyuluh Pertanian, Petugas Dinas dan BPTP jika ada daerah-daerah yang akan melakukan panen, petani dan dinas agar lapor ke Dandim, untuk segera dilakukan pembelian gabah oleh Dandim dan diteruskan ke Bulog, sehingga tidak jatuh ke tangan tengkulak.

Penyerapan gabah, menurut Agung, sangat penting untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang disimpan di gudang Bulog. Pemerintah menargetkan, penyerapan beras 2,2 juta ton sampai Juni 2018.

Melalui kegiatan Sergab, pemerintah provinsi NTB optimis target yang ditetapkan sebesar 58.873 ton beras sampai akhir Juni 2018 akan tercapai.

“Melalui koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Bulog, BRI dan gabungan kelompok tani, kami optimis target akan tercapai,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Budi Septiani.

Sedangkan H. Abdul Muas, Ketua Gapoktan Sejahtera Mandiri berterima kasih kepada pemerintah karena telah membeli gabah petani.

Karena kalau pemerintah tidak turun tangan melakukan pembelian, kami akan dirugikan, karena harga beli diatur oleh tengkulak yang mulai berkeliaran,” ujar Muas.

Kegiatan sergab ini juga dihadiri Sekretaris BKP, TNI (Komandan Kodim), Babinsa, Kadivre dan Kasub divre Bulog, BRI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan provinsi dan Kabupaten, BPTP dan para petani yang tergabung dalam gabungan kelompok. [gun]