Selasa , 19 Juni 2018
Beranda » Ragam » Konstruksi Retak, Akses PLTA Saguling Ditutup

Konstruksi Retak, Akses PLTA Saguling Ditutup

Harian Jawa Barat – Diduga ada retakan pada konstruksi bendungan, pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling di Kabupaten Bandung Barat menutup akses jalan diatas Dam. Penutupan telah dilakukan sebulan terakhir dan belum pasti kapan dibuka kembali.

Seorang warga yang berjualan di dekat intake Bendungan Saguling, Saidah (57) mengatakan, penutupan total jalan di atas bendungan sudah dilakukan sejak sekitar tiga minggu lalu.

Penutupan jalan itu dilakukan oleh pengelola Waduk dan PLTA Saguling, yakni PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling.

“Ditutup sudah dari tiga minggu lalu. Warga sekitar sudah tahu, tapi orang luar banyak yang enggak tahu. Jadinya banyak yang harus balik lagi. Saya enggak tahu jalan ini ditutup sampai kapan, mungkin untuk seterusnya. Bendungan ini kan sudah tua,” kata Saidah, Selasa (20/2).

Menurut dia, jalan yang melewati Bendungan Saguling itu selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat, karena dapat menghubungkan Kecamatan Saguling dengan Cipongkor. Dibandingkan lewat jalan desa, masyarakat lebih banyak yang melewati jalan di atas bendungan karena kondisi jalan yang lebih baik.

“Untung sekarang jalan desa sudah cukup bagus, jadi enggak masalah lewat jalan yang lain juga. Cuma ya harus memutar. Biasanya anak sekolah yang lewat sini. Kalau mobil sudah cukup lama enggak boleh lewat, sekarang motor juga gak boleh,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Saguling Asep Jarkasih mengatakan, pihak Indonesia Power sudah menyosialisasikan penutupan jalan kepada masyarakat sekitar. Meski begitu, dia mengaku tidak tahu secara pasti mengenai informasi retakan di Bendungan Saguling.

“Informasinya ada retakan di dam. Namun, lebih baik dikonfirmasikan lagi ke Indonesia Power. Soalnya, sewaktu sosialisasi saya kebetulan tidak hadir. Sosialisasinya juga bukan untuk masyarakat Saguling saja, tetapi juga beberapa kecamatan lain. Bahkan melibatkan tiga polsek/koramil, yaitu Cipatat, Sindangkerta, dan Batujajar. Bendungan ini kan objek vital,” katanya. [bon]