Senin , 19 November 2018
Beranda » Hukum/Kriminal » Hati-hati, Inilah Modus Baru Penipuan Berkedok Investasi yang Berhasil Meraup Puluhan Milyar Rupiah

Hati-hati, Inilah Modus Baru Penipuan Berkedok Investasi yang Berhasil Meraup Puluhan Milyar Rupiah

Hati-hati, Inilah Modus Baru Penipuan Berkedok Investasi yang Berhasil Meraup Puluhan Milyar Rupiah
Setelah dilaporkan belasan korban ke Bareskrim Mabes Polri, Sabtu siang, (13/01/2018), kini Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo menjadi buronan polisi

Bareskrim, Harian Jawa Barat – Belasan orang yang sedang berada di pelataran gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, nampak tertunduk lesu seusai melaporkan Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo ke polisi, Sabtu siang, (13/01/2018). Betapa tidak, sejak Kamis kemarin, (11/01/2018), pasangan suami istri itu sulit dihubungi.

“Langsung menghilang mas. Didatangi rumahnya sudah tidak ada. Kata pengurus RT setempat, rumahnya sudah digembok polisi, karena sudah banyak korban yang nyari,” ujar Darmawati, salah satu korban yang tertipu 1,8 milyar rupiah kepada wartawan, Sabtu siang, (13/01/2018).

Ia bersama belasan orang lainnya, telah melaporkan Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo masing-masing sebagai Direktur Biru Holiday Travel yang berkantor di jalan raya Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur itu ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan polisi : LP/55/I/2018/Bareskrim. Dengan tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.

Selain Darmawati yang kesal dengan ulah pelaku, korban lainnya bernama Zahra Zulaikha Lubis juga meminta polisi segera bertindak cepat menangkap pelaku, sehingga tidak semakin banyak lagi jatuh korban-korban berikutnya. “Tolong cepat ditangkap,” pinta Zahra warga Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat itu.

Sementara itu, Putri Rizki Amelia, salah satu korban lainnya yang ikut melapor pun bercerita, awalnya ia berkenalan dengan Ayu kemudian diajak berbisnis dalam bentuk modal usaha, dengan skema berbagi keuntungan yang sama, dari hasil penjualan tiket kepada customer.

“Misalnya tuan A beli tiket pesawat seharga Rp 1,2 juta kepada Ayu. Lalu Ayu tawarkan saya cover dana modal sebesar Rp 1 juta. Setelah tuan A bayar, keuntungan Rp200.000 dibagi dua, jadi total uang yang dikembalikan Ayu kepada saya sebesar Rp 1,1 juta,” kata Putri.

Setelah berjalan selama satu tahun, tepatnya pada 29 Desember 2017, tiba tiba Ayu melalui percakapan WhatsApp memberitahunya bahwa sedang menjadi korban penipuan tiket umroh untuk keberangkatan 26 Desember 2017 dan 28 Desember 2017 sebanyak 54 tiket dan 25 tiket untuk keberangkatan 11 Januari tahun 2018.

“Sementara tiket customer saya masih banyak yang pending. Adapun beberapa kejadian itu membuat saya takut karena saya sering mendampingi langsung customer,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut membuat Putri mengalami kerugian hingga ratusan juta. Bahkan selain Putri ada belasan orang lainnya yang turut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. “Jadi total kerugian saya sekitar Rp 118 juta uang pribadi dan uang tiket lebih dari 500 juta. Dan saat ini Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo sudah melarikan diri. Namun foto terduga kedua pelaku itu, sudah kami pegang. Mohon jika ada masyarakat yang menemukan pasangan suami istri ini segera ditangkap dan serahkan kepada kantor kepolisian terdekat,” tuturnya lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, jumlah korban penipuan itu terus bertambah dan tingkat  kerugian mencapai lebih dari 20 milyar rupiah. Masyarakat dihimbau supaya berhati-hati dan waspada terhadap kedua pasangan ini. Hingga berita ini diturunkan, ketika dikonfirmasi soal dugaan penipuan tersebut, nomor handphone Ayu Sapta Rita dan Deky Prasetyo sulit dihubungi. Bahkan sms yang dilayangkan sejak siang hari tadi, tak kunjung dibalas. (miftahurrahmat/rio)