Minggu , 20 Mei 2018
Beranda » Ekonomi » Ekonomi Kreatif Bidik Serapan KUR Rp 4 T di 2018

Ekonomi Kreatif Bidik Serapan KUR Rp 4 T di 2018

Harian Jawa Barat – Pada tahun 2017, penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) pada sektor usaha ekonomi kreatif (ekraf) ditaksir mencapai Rp 4 triliun.

Nilai kredit tersebut mengalami peningkatan Serapan 33 persen dari serapan KUR di tahun 2016 yang hanya mencapai angka Rp 3 triliun.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo mengatakan,  ju.lah Rp 4 triliuan yang diserap dari ekraf telah mencapai target. Di 2018, ia berharap serapan KUR bisa mencapai target di angka yang sama.

“Untuk target KUR pada ekraf sudah sesuai dan ideal. Tahun depan targetnya minimal sama dengan realisasi tahun ini,” ujar Fadjar, Rabu (13/12).

Jelasnya, jika dikomparasikan dengan total realisasi penyaluran KUR secara keseluruhan, serapan sektor ekraf masih tergolong kecil. Menurut dia, hal ini dimungkinkan tidak semua sektor ekraf bisa mengakses KUR.

Ia mencontoh, untuk golongan startup bisnis atau pemula, Mereka tidak mungkin mengakses KUR karena dinilai tidak bankable. Demikian juga dengan ekraf pada bidang seni pertunjukan yang lebih mengedepankan talenta akting.

“Ketika ditanya laporan keuangan dua tahun terakhir oleh bank, mereka tidak memilikinya. Begitu juga dengan seni pertunjukan yang nilai komersilnya belum muncul,”papar Fadjar.

Hal yang menjadi persoalannya, menurut dia, karena disalurkan melalui lembaga perbankan, KUR terikat aturan kredit lembaga keuangan tersebut. Dalam penyalurannya, bank harus melakukan tangible analysis, salah satunya terkait persyaratan kolateral.

“Sementara dalam ekraf, aset utamanya adalah intelectual property (IP). Ini menjadi PR bagi kami untuk mendorong lembaga keuangan familiar dengan intangible asset dan mewujudkan IP financing, dengan kekayaan intelektual sebagai kolateral,” ungkapnya.

Sesuai hasil rapat koordinasi Evaluasi KUR 2017 dan Rencana KUR 2018 pekan lalu, sampai dengan 30 November 2017, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp91,3 triliun. Artinya, dari target Rp 106,6 triliun pada 2017, sudah tersalur sebanyak 85,6 persen.

Lanjut dia, untuk startup yang memang belum bisa mengakses KUR, saat ini Bekraf mengarahkannya untuk mengakses modal ventura  atau penyertaan modal. Sumber permodalan tersebut dinilai lebih tepat bagi startup.

“Sementara ini  kami sedang mengembangkan program food startup Indonesia. Melalui program ini kami berupaya mempertemukan startup kuliner dengan investor,” tutupnya.[nif]