Senin , 19 November 2018
Beranda » Kesehatan » Walikota Banjar Ajak Masyarakat Ikut GERMAS

Walikota Banjar Ajak Masyarakat Ikut GERMAS

Walikota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih saat memberisambutan di acara GERMAS. (Foto: Dede Gumilar)

BANJAR- Dinas kesehatan Kota Banjar Senin, (15/5/2017) bertempat di GOR Kelurahan Kota Banjar menggelar acara Gerakan Hidup Masyarakat Sehat (Germas) se-kota Banjar, Dinas Kesehatan Kota Banjar juga menggelar cek kesehatan gratis bagi semua peserta yang hadir.
Acara Germas berlangsung di dua kecamatan diantaranya di kecamatan Banjar dan kecmatan Pataruman, acara tersebut dihadiri oleh walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih serta ratusan masyarakat Kota Banjar. Acara dibuka oleh Walikota Banjar dan dihadiri oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Drs H. Oman Rohman M.kes. Acara dilanjutkan dengan cek kesehatan dan penandatangananan Germas.

Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih menjelaskan, Germas merupakan gerakan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didukung dengan instruksi presiden (Inpres) No 1 Tahun 2017. Germas dicanangkan ke seluruh masyarakat di Kota Banjar. Dengan Germas masyarakat bisa hidup lebih sehat dan dengan gerakan PHBS serta, mengecek kesehatan secara berkala, dan bebas asap rokok di rumah.

“Biasakan hidup sehat, dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengkonsumsi makanan empat sehat sempurna, susu dan buah-buahan, berolah raga, mengecek kesehatan secara rutin, dan yang terakhir bebas asap rokok di dalam ruang rumah. Ya syukur-syukur tidak ada yang merokok anggota keluarganya.” Ucap Ade Uu kepada awak media.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Banjar Drs H. Oman Rohman M.Kes mengatakan, Germas harus menjadi budaya masyarakat yang dilakukan dengan kesadaran penuh untuk peningkatan kualitas hidup. Juga didukung oleh semua pihak.

“Kita akan menargetkan 90% angka kesadaran kesehatan di Kota Banjar pada 2017, dengan modal awal meneruskan gerakan PHBS.” Tutur Oman.

Oman berharap, angka penyakit menular di kota banjar bisa menurun secara dratis, masyarakat bisa menditeksi lebih awal agar bisa diobati. (Degum)