Kamis , 22 Agustus 2019
Beranda » Ragam » Pengungsi Korban Keserakahan PT Pertiwi Lestari Dibiarkan Terlantar

Pengungsi Korban Keserakahan PT Pertiwi Lestari Dibiarkan Terlantar

Pengungsi Korban Keserakahan PT Pertiwi Lestari Dibiarkan TerlantarHarian Jawa Barat – Memprihatinkan. Kata itulah yang pantas ditujukan kepada ratusan pengungsi yang tinggal di Rusunawa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, korban sengketa lahan antara petani dan PT Pertiwi Lestari.

Ratusan pengungsi ini,  mayoritas berprofesi sebagai petani di Blok Kutatandingan, Kampung Kiara Hayam, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

Keprihatinan itu muncul jika melihat kondisi para pengungsi yang terkesan dibiarkan tanpa ada perhatian dari pemerintah daerah. Menurut pengakuan pengungsi, janji Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, yang akan menanggung seluruh kebutuhan pengungsi tak kunjung terealisasi dengan alasan yang tidak jelas.

“Lebih dari sepekan pengungsi terpaksa harus pontang panting demi menghidupi kebutuhan sehari-harinya, seperti makan dan minum,” ujar Ketua Serikat Tani Telukjambe Bersatu  (STTB), Maman Nuryaman, kepada Harian Jawa Barat, Kamis (5/1).

Maman menjelaskan, sebelumnya pemerintah sempat memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta per hari untuk biaya hidup sehari-hari ratusan petani yang berada di Rusun Adiarsa. Namun bantuan berupa uang juga nasibnya tak berlangsung lama, bantuan uang tersebut dicabut juga tanpa alasan yang jelas.

Kini kata Maman, ratusan petani Kutatandingan terpaksa menelan pil pahit harus bertahan hidup di tengah kondisi Rusun Adiarsa yang kotor dan bau karena tidak terurus.

Segala bentuk bantuan bagi ratusan petani yang terusir itu, sebelumnya dibebankan pada pemerintah daerah  melalui dinas sosial Karawang atas dasar instruksi dari Kemensos. Supaya pemda Karawang bertanggungjawab terhadap rakyatnya yang sedang berkonflik mempertahankan hak atas tanahnya yang dirampas oleh PT Pertiwi Lestari.

Pasca dipukul mundur oleh centeng PT Pertiwi Lestari kurang lebih setengah tahun yang lalu. Hingga akhirnya ratusan petani juga mengalami intimidasi oleh pihak keamanan yang sengaja disewa oleh PT Pertiwi Lestari untuk melakukan penyerangan terhadap petani, hingga terusir dari tempat tinggalnya.

Sebelumnya, kata Maman, para petani sempat meminta suaka perlindungan keamanan di ibu kota Jakarta di bawah lindungan LBH selama berbulan-bulan. “Mudah-mudahan ada dermawan yang mau peduli melihat kondisi para pengungsi,” tandas Maman. [bon]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *